Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Obesitas adalah penyakit yang ditandai dengan kelebihan lemak dan berat badan di tubuh. Obesitas disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor genetik, pola makan dan gaya hidup yang tidak diatur, kondisi kesehatan tertentu, dan kurang berolahraga.

Kelebihan berat badan ini bukan hanya mengganggu penampilan, namun juga meningkatkan risiko penyakit lain terkait masalah medis serius seperti jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga jenis kanker tertentu.

Seorang penderita obesitas dapat memperbaiki kesehatannya menuju berat badan ideal dengan merubah pola hidup, pola makan, mulai berolahraga, atau melakukan prosedur penurunan berat badan lainnya dengan komitmen kuat menurunkan berat badan demi kesehatan.

Obat Obesitas, penderita obesitas disarankan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur dan memulai program pola makan sehat dengan membatasi asupan kalori sesuai dengan kadar yang direkomendasikan.

Program menurunkan berat badan ini memerlukan waktu, komitmen, dan usaha yang kuat. Berikut ini adalah cara mengobati obesitas, yaitu:

  1. Perubahan Pola Makan

Penderita obesitas harus mulai mengatur pola makan dengan memilih menu makanan sehat seperti buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran, protein tanpa lemak. Tidak hanya itu, sangat penting untuk menghindari makanan dan minuman manis, makanan olahan, goreng-gorengan, serta makanan berlemak lainnya.

Anda juga perlu mengatur porsi dan jadwal makan Anda secara teratur. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk meminta bantuan seputar obat obesitas dan jenis diet apa yang cocok dan aman untuk kondisi kesehatan Anda.

  1. Menghitung Kalori Harian

Penyebab obesitas adalah lemak yang menumpuk akibat konsumsi makanan berkalori yang melebihi dari jumlah asupan kalori harian yang direkomendasikan, yaitu wanita 2000 kalori dan pria 2500 kalori. Penumpukan kalori dalam jangka panjang akan menyebabkan penimbunan lemak dan menambah berat badan.

Cara diet paling efektif adalah dengan menghitung jumlah kalori harian yang Anda konsumsi. Batasi jumlah asupan kalori Anda seperti dalam jenis makanan seperti nasi, roti, pasta, dll. Pastikan kalori yang Anda bakar lebih banyak dari jumlah kalori yang Anda makan.

  1. Diet Rendah Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat adalah aturan pola makan yang membatasi asupan karbohidrat 20 hingga 50 gram per hari dan memakan lebih banyak protein. Diet ini terbukti efektif dalam membakar lebih banyak kalori selama proses pencernaan.

Pilihan makanan seperti ini juga menghasilkan lebih banyak energi serta membuat Anda kenyang lebih lama. Berdasarkan penelitian, diet rendah karbohidrat lebih efektif untuk menurunkan berat badan daripada jenis diet lainnya.

Baca juga: 12 Manfaat Rosemary untuk Kesehatan Kita

  1. Pola Makan Nabati

Anda mungkin harus menekan keinginan untuk makan daging-dagingan dan beralih ke jenis makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian demi keberhasilan program penurunan berat badan.

Anda juga harus menghindari susu tinggi kalori, makanan olahan, atau junk food karena itu semua adalah sumber lemak. Konsumsi makanan vegan juga mengurangi risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

Berdasarkan penelitian, penderita obesitas yang mulai makan makanan vegan memiliki hasil signifikan dalam menurunkan berat badan, mengurangi massa lemak, dan penanda resistensi insulin.

  1. Puasa Intermiten

Puasa intermiten adalah metode diet dengan mengatur periode puasa dan makan untuk mengatur asupan kalori harian. Saat Anda berpuasa, kadar insulin menurun dan pertumbuhan hormon meningkat. Ini juga metode efektif untuk mengatasi lemak dan membangun otot di saat yang sama.

Berdasarkan penelitian, puasa intermiten dapat menurunkan berat badan sekitar 4-8%. Berikut ini adalah aturan puasa intermiten, yaitu:

  • Puasa Bergantian (Diet 5-2): Anda boleh makan secara normal selama 5 hari dan membatasi kalori sekitar 500-600 kalori dalam 2 hari.
  • Metode 16/8: Cara mengatur jadwal makan dimana Anda berpuasa selama 16 jam dan dapat makan dengan normal selama 8 jam di antara jam 12 siang hingga jam 8 malam.
  • Makan-Berhenti-Makan: Metode puasa 24 jam yang dilakukan satu atau dua kali seminggu. Misalnya, apabila Anda makan jam 8 pagi hari ini makan Anda baru boleh makan lagi setelah 24 jam atau di jam 8 pagi esok hari.

Anda mungkin harus meminta saran ahli gizi sebelum memutuskan menggunakan metode diet dengan puasa intermiten, serta berkonsultasi tentang menu makanan apa yang cocok untuk berbuka puasa dalam metode ini.

  1. Perubahan Gaya Hidup

Selain mengatur pola makan, penderita obesitas juga wajib melakukan perubahan gaya hidup untuk mendukung keberhasilan pengobatan obesitas.

Berikut ini adalah cara mengobati obesitas dengan menciptakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Ganti camilan dengan buah-buahan
  • Siapkan alternatif menu enak dari sayuran dan makanan sehat lainnya
  • Penuhi kebutuhan serat harian
  • Penuhi kebutuhan mineral Anda setiap hari
  • Hindari makanan dan minuman manis dan bersoda
  • Gunakan piring yang lebih kecil untuk mengatur porsi makan Anda
  • Siapkan menu sarapan sehat dengan menu makanan tinggi protein seperti telur dan sayur
  • Baca label makanan dan hitung kandungan nutrisinya
  • Mengunyah makanan perlahan-lahan
  • Perbanyak jalan kaki dan aktivitas fisik lainnya
  • Jauhkan diri Anda dari promosi makanan atau restoran cepat saji
  • Pilih naik tangga daripada lift
  • Pastikan Anda cukup tidur
  • Mengelola tingkat stres Anda

Beberapa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membawa perubahan besar pada berat badan dan kesehatan secara keseluruhan. Penting juga untuk menanamkan tekad dan komitmen Anda untuk program penurunan berat badan agar berhasil.

  1. Olahraga Secara Teratur

Penderita obesitas dianjurkan untuk berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu dan meningkatkan intensitas latihan seiring peningkatan kebugaran tubuh. Ini dibutuhkan untuk tidak menambah berat badan serta menjaga agar program diet berjalan lancar.

Dalam beberapa kondisi, orang dengan obesitas mungkin perlu melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 300 menit namun Anda mungkin harus melakukannya pelan-pelan mulai dari sekitar 30 menit per hari dengan latihan kardio.

Berikut ini adalah rekomendasi pilihan latihan kardio untuk menurunkan berat badan, yaitu:

  • Jogging
  • Bersepeda
  • Berenang
  • Mendaki
  • Lompat tali

Pada intinya, orang dengan obesitas harus banyak bergerak untuk membakar kalori. Anda dapat melakukannya dengan cara sederhana seperti melakukan peregangan setelah bangun tidur, menggunakan transportasi umum, atau menggunakan alat pendukung untuk mencapai 10.000 langkah setiap hari.

Demikian beberapa obat untuk obesitas, semoga hidup kita sehat selalu dan bermanfaat untuk kita semua. Aamiin

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Klinik Permata Bunda support by PT. PMI

Telepon Kami       0812 2490 5487