Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Kanker hati adalah kanker yang dimulai di sel-sel organ hati. Organ yang berada di bawah paru-paru sebelah kanan—di bawah tulang rusuk ini adalah salah satu organ terbesar dari tubuh manusia dan memiliki banyak fungsi penting, termasuk mengeluarkan racun dari tubuh. Simak penjelasan lengkap mengenai penjelasan kanker hati, penyebab kanker hati, dan gejala kanker hati di bawah ini.

Apa Itu Kanker Hati?

Kanker hati umumnya diklasifikasikan sebagai primer atau sekunder. Kanker hati primer dimulai di sel-sel hati. Kanker hati sekunder berkembang ketika sel-sel kanker dari organ lain menyebar ke hati.

Tidak seperti sel-sel lain dalam tubuh, sel-sel kanker dapat melepaskan diri dari sumber utama atau di mana kanker dimulai. Sel-sel menyebar ke area lain dari tubuh melalui aliran darah atau sistem limfatik. Sel-sel kanker akhirnya berkumpul di organ tubuh lain dan mulai tumbuh di sana.

Jenis kanker hati yang paling umum adalah karsinoma hepatoseluler. Kanker ini muncul dari sel hati (hepatosit) dan lebih umum terjadi pada laki-laki dan mereka yang menderita sirosis. Sementara itu, jenis kanker hati lainnya namun jarang terjadi adalah kolangiokarsinoma intrahepatik dan hepatoblastoma.

Baca juga: Penyebab Gigi Ngilu Saat Makan Makanan Manis dan Air Dingin

Penyebab Kanker Hati

Kanker hati primer (karsinoma hepatoseluler) cenderung terjadi pada hati yang rusak karena cacat lahir, penyalahgunaan alkohol, atau infeksi kronis dengan penyakit seperti hepatitis B dan C, hemokromatosis (penyakit keturunan yang berhubungan dengan terlalu banyak zat besi di hati), dan sirosis.

Sebagian besar orang-orang yang yang didiagnosis dengan kanker hati primer memiliki sirosis, sebuah kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut. Kondisi ini disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol.

Perlu diketahui, hepatitis B, C, dan hemokromatosis dapat menyebabkan kerusakan permanen dan gagal hati.

Berbagai zat penyebab kanker dikaitkan dengan kanker hati primer, termasuk herbisida dan bahan kimia tertentu seperti vinil klorida dan arsenik. Aflatoksin, zat penyebab kanker yang dibuat oleh sejenis jamur tanaman juga terlibat.

Penyebab lain termasuk hormon androgen, estrogen, dan penggunaan thorotrast.  Thorotrast adalah bahan kimia yang disuntikkan ketika seseorang ingin melakukan sinar X. Bahan kimia ini berisiko meningkatkan angiosarcoma dari hati bila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, bahan kimia ini juga berisiko mengembangkan cholangiocarcinoma dan kanker hepatoseluler, tetapi untuk tingkat yang jauh lebih rendah.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker hati, di antaranya:

  • Jenis kelamin. Seorang pria lebih mungkin untuk mendapatkan kanker hati primer daripada wanita.
  • Berat badan. Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker hati primer.
  • Penggunaan steroid anabolik. Hormon pria yang digunakan atlet untuk meningkatkan otot bisa meningkatkan risiko kanker hati apabila digunakan jangka panjang.
  • Riwayat diabetes. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara diabetes dan kanker hati. Ini kemungkinan karena hubungan antara diabetes dan penyakit hati berlemak.
  • Penyakit metabolik bawaan. Penyakit yang mengganggu metabolisme normal tubuh telah terbukti meningkatkan risiko kanker hati.
  • Penyakit langka. Penelitian telah menemukan hubungan antara kanker hati dan beberapa penyakit langka seperti alpha -1-antitrypsin deficiency, tyrosinemia, dan penyakit Wilson.
  • Konsumsi alkohol berlebihan. Mengonsumsi lebih alkohol yang berlebihan setiap hari selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kerusakan hati yang ireversibel dan meningkatkan risiko kanker hati.

Gejala Kanker Hati

Gejala kanker hati biasanya tidak muncul dengan jelas sampai penyakit ini mencapai stadium lanjut. Beberapa gejala yang bisa terjadi, antara lain:

  • Sakit perut.
  • Penyakit kuning, di mana kulit dan mata menjadi kuning.
  • Nyeri dekat ke bahu kanan.
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.
  • Pembesaran hati, limpa, atau keduanya.
  • Pembengkakan di perut atau penumpukan cairan.
  • Kelelahan.
  • Mual.
  • Sakit punggung.
  • Gatal.
  • Demam.
  • Perasaan penuh setelah mengonsumsi camilan.

Gejala kanker hati lainnya juga dapat menyebabkan pembuluh darah bengkak yang terlihat di bawah kulit perut, serta memar dan berdarah. Kondisi ini juga dapat menyebabkan tingginya kadar kalsium, kolesterol dan kadar gula darah. Jika beberapa gejala kanker hati membuat Anda khawatir, segera ke dokter untuk mendapatkan analisa dan penanganan yang tepat.

Baca juga: Inilah Cara Mencegah Penyakit Ginjal

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - Klinik Permata Bunda support by PT. PMI

Telepon Kami       0812 2490 5487